Hal Yang Dirasakan Pejuang Garis Dua

17 comments

 

Pejuang garis dua. Ya, itulah sebutan untuk para wanita hebat yang selalu semangat dan sabar menanti sang jabang bayi hadir di dalam rahimnya. Terlepas dari kehamilan anak pertama ataupun kehamilan berikutnya yang amat didambakan.

 

Sobat Jelajah Mia apakah pejuang garis dua? Yuk, mari simak sampai akhir Hal apa saja yang dirasakan menjadi pejuang garis dua

 

Hal yang Dirasakan Pejuang Garis Dua

Pejuang Garis Dua

Sebelumnya Jelajah Mia membahas refleksi diri, jadi teringat refleksi dimasa menjadi pejuang garis dua. Bagi pasangan yang sedang menjalani program hamil dan menunggu sang calon buah hati datang menyapa, semoga segera mendapatkan kabar baik nan bahagia ya.

 

Siapapun yang sedang menjalani proses ini, mungkin terasa berat karena banyaknya pertanyaan dan omongan dari orang-orang terdekat. Seolah pertanyaan basa-basi bagi pasangan suami istri baru yang

 

Keinginan untuk memiliki buah hati memang sering dirasakan oleh pasangan yang sudah menikah namun belum kunjung hamil. Besar harapan melihat dua garis biru di alat tes kehamilan pun membuat pejuang garis dua melakukan segala usaha.

 

Akan tetapi kondisi ini juga dapat menguras emosi dan jiwa bagi para pejuangnya. Sebab, banyak yang menganggap bahwa kehadiran buah hati dalam sebuah keluarga menjadi ukur kebahagiaan. Di posisi ini selalu perempuan yang menjadi sudut dipersalahkan bila belum hadir buah hati.

 

Hal yang Dirasakan Pejuang Garis Dua

Duduk sama “Udah isi belum? Aku pengen cepet-cepet punya cucu, nih.”

 

Kumpul sama temen “Eh kamu tau ga si A kemarin abis lahiran, kamu kapan nyusul?”

 

Kumpul acara keluarga “Katanya si B hamil lagi? padahal anak yang pertama belum sampe setahun. Subur banget yaa”

 

Ngobrol sama tetangga “Eh Bu, udah lama gak keliatan. Mau kemana nih? Oh iya, udah hamil belum nih? Kayaknya udah lama ya nikahnya?"

 

Pasti mereka yang sedang berjuang BOSAANNN dengan pertanyaan "kapan hamil", "sudah isi belum?". atau "kapan nyusul hamil?".

 

Apalagi pertanyaan itu disampaikan berulang-ulang dari orang yang itu-itu lagi, makin menyakitkan !!! Siapa yang tidak bermimpi untuk hidup pada umumnya setelah menikah dan langsung dianugerahi buah hati.

 

Dampak yang dirasakan Jelajah Mia saat menjadi pejuang garis dua pernah juga diceritakan

 

Cara Menyamankan Pejuang Garis Dua

Yuk memberi nyaman bagi mereka yang berjuang dengan berbagai kisahnya, meski kita tak bisa mengontrol orang lain tapi kita bisa menahan diri. membantu mereka lebih tenang atau bahkan bantu menjawab.

 

Hindari Tanya Soal Hamil Atau Anak

Bertemu siapapun yang baru dikenal atau orang yang sudah lama tak bertemu, meskipun teman dekat atau bahkan saudara HINDARI memulai pertanyaan ini karena kita tak pernah tahu kondisi dan masalah yang sedang dihadapi rumah tangga seseorang

 

Cari Informasi Lewat Orang Lain Atau Medsos

Bila ingin menghindari situasi kurang mengenakkan, misal topik pembicaraan yang tak disengaja maka ada baiknya cari info lewat orang lain apakah yang bersangkutan sudah punya anak atau belum.

 

Wajar Bila Kita Tak Paham

Bila seseorang yang sedang berjuang dan belum berhasil, sedangkan kita belum pernah mengalaminya maka saat yang bersangkutan minta pendapat sarankan pada ahlinya misal bantu cari teman yang berpengalaman, group atau komunitas yang dapat berbagi pengalaman, tips atau tempat berbagi perasaan.

 

Berikan Nyaman

Semua yang terjadi adalah yang terbaik dari Yang Maha Kuasa, maka tak perlu membandingkan dengan siapapun, apalagi menghakimi ini dan itu.

 

Tidak semua orang lain memiliki takdir yang sama persis. Benar adanya bahwa Allah memberikan yang kita butuhkan, bukan yang kita inginkan. Cukup berikan doa yang terbaik dan senyum yang hangat.

 

Penutup

Setiap proses akan memiliki hasil yang terbaik untuk siapapun yang menjalaninya dengan sungguh-sungguh. Sebagai seseorang yang dekat dengan para Pejuang 2 Garis, yuk selalu berikan kenyamanan dan selipkan kalimat penyemangat di setiap obrolan.

 

Kita hanya orang luar yang tidak mengetahui usaha apa yang telah para Pejuang lakukan. Maka, mendoakan dan memberikan semangat akan terasa menghangatkan hati dan menjadi pendukung terbaik untuk mereka.

 

Semangat terus yaa untuk para Pejuang Garis Dua!!

 

Tertanda dari pejuang garis dua selama lima tahun

 

Semoga yang masih berjuang dapat disegerakan dua garis dan bila masih belum diberi kesempatan berarti Allah sedang menunggu waktu yang tepat


Related Posts

17 comments

  1. Saya pun pejuang garis 2, cibiran dan omongan apa aja sudah mendarat di telinga, hanya bisa ngelus dada aja. Oleh karena itu saya ga mau bahas masalah anak atau kehamilan kecuali lawan bicara mulai duluan, khawatir menyinggung karena saya pernah ada di posisi tersebut
    masalah anak, jodoh dan mati itu kan bukan hal yang bisa dipaksakan jadi sebaiknya menjaga perasaan saja lah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pengalaman membuat mbak kuat ya mbak salut..saya jadi makin bersyukur atas segala yang ditakdirkan allah

      Delete
  2. Agak tidak nyaman memang ya, mbak, kalau ditanya-tanya terus tentang hal yang kita saja tidak tau kenapa, bahkan sedang berjuang mendapatkannya. Dari sini kita jg jadi belajar yaa, bijak untuk berceloteh. Mending dama2 saling mendoakan ya mba.

    ReplyDelete
  3. Semangaaat terus buat pejuang garis dua. Saya juga punya teman sudah 22 tahun masih berdua saja blm ada anak. Tp dibawa happy saja dan pasrah ikhlas . Insya Allah jika sudah rejekinya pasti Allah kasih pada saatnya. Aamiin..

    ReplyDelete
  4. Kadang yang bikin sakit ati tuh, yang komen dari orang terdekat. Nah itu yang kadang kagak paham konsep maut, rezeki, dan jodoh yak. Kasih senyum aja dah. Agak enteng ngomong gini karena udah pernah diposisi itu haha. Aku kemarin menunggu 2 tahun baru bisa melihat tanda garis dua. Ya, gimana ya.. pokoknya sabar aja, anak akan datang diwaktu yang tepat.

    ReplyDelete
  5. Kalau ngomongin dua garis biru memang kompleks yaa. Kadang udah diusahakan, tapi terjyata Tuhan belum kasih. Aku yakin akan selalu ada alasan di balik tertundanya dua garis biru. Tuhan pasti bakal kasih di waktu yang tepat

    ReplyDelete
  6. pertanyaan-pertanyaan itu menjengkelkan ya, seolah kita bisa menentukan kapan hamil sesuka hati. memang sihmungkin kita sudah berproses dan berusaha, tapi kan ya memang itu kuasa Allah. Sebel aja...

    ReplyDelete
  7. Setuju sama kita tidka bisa mengontrol omongan orang lain, tetapi minimal kita bisa menahan diri untuk tidak ikut bertanya. Circleku banyak juga nih yang pejuang garis dua lebih dari 10 tahun.

    ReplyDelete
  8. Semangat ya Mbaa, semoga doa-doanya terjawab di waktu yang tepat. Di keluarga saya pun, baru saya yang punya anak dan orang tua saya baru punya cucu ya dari saya. Adik-adik saya sudah menikah juga beberapa tahun tapi belum punya anak. Sama sekali saya nggak pernah nanyain kecuali mereka cerita sendiri. Selain takut tersinggung, ngerasa nggak nyaman aja saya nanya-nanya hal pribadi gitu..

    ReplyDelete
  9. Udah mau 12 tahun nih, saya menantikan kehamilan tapi tak kunjung datang
    Mungkin ya belum rezekinya kami
    Saya sih gak masalah, sedapatnya aja, toh doa dan ikhtiar rasanya udah maksimal
    Kalau ada yg tanya tanya emang kadang suka bikin kesal tapi saya senyum aja

    ReplyDelete
  10. Saya pernah mengalami kondisi yang sama, dongkol, sebel, kalau membicarakan tentang keturunan dan jodoh. Oleh karena itu saya sebisa mungkin tidak membicarakan hal yang mungkin menyinggung dan memberi semangat pejuang garis 2

    ReplyDelete
  11. Anak saya pejuang garis 2. Malah udah ikut program bayi tabung 2x tapi belum rizkinya. Kalau lihat ikhtiarnya yang menguras perasaan, energi, dan biaya, cuma bisa mendoakan supaya ikhlas.

    ReplyDelete
  12. Pejuang garus dua harus kuat dalam berikhtiar ya
    Mereka juga harus menjaga kesehatan fisik dan mentalnya

    ReplyDelete
  13. Belajar untuk memahami orang lain, ka Mia..
    Bagi pejuang garis dua, pertanyaan seputar kehamilan ini terasa sangat tidak nyaman yaa.. Mau dijawab, nanti jadinya curcol. Kalau gak dijawab dibilang shombong.
    Huhuhu..

    Semoga Allah mudahkan perjalanannya.
    Barakallaahu fiik~

    ReplyDelete
  14. Ini PR banget, sebagai perempuan harusnya woman support woman bukan malah jadi julid . kehamilan kan anugrah dari yang Maha Kuasa manusia hanya bisa berupaya.

    ReplyDelete
  15. Saya dulu punya teman yang harus menunggu sekitar 7 tahun baru dikasih momongan. Dan baru sadar, dulu mulut saya juga sering kasih nasihat gini gitu. Plak deh saya.
    Tapi bersyukur banget teman saya bisa punya anak, dan Alhamdulillah dia makin bahagia

    ReplyDelete
  16. Kalau sudah menikah paling gak enak ditanya "sudah isi belum?". aku dulu sempat beberapa bulan kosong, dengan pertanyaan itu rasanya tertekan. Karena itulah aku berusaha untuk gak bertanya hal-hal seperti itu kepada teman-teman yang sudah menikah.

    ReplyDelete

Post a Comment