Resep Telur Pindang ala Jelajah Mia

13 comments

 

Banyak sekali menu makanan khas lebaran yang disajikan oleh umat muslim. Menyajikan masakan lebaran seolah memang sudah menjadi tradisi bagi seluruh umat muslim di Indonesia. Rasanya tidak pas jika tidak menyajikan masakan lebaran. Entah itu hanya ketupat dan sayur, bahkan bisa bersayur-sayur dan berlauk-lauk. Sampai ada ungkapan unik setelah lebaran, “Menyambut hari dengan kehangatan”.

 

Resep Telur Pindang ala Jelajah Mia



Cerita Telur Pindang

Salah satu menu makanan khas lebaran yang sangat populer yaitu telur pindang. Rasa telur pindang akan sangat berbeda bila disajikan saat lebaran. Telur pindang ini merupakan menu lebaran khas dari keluarga besar pihak ibu. Terlalu memorable dengan telur pindang ini, jadi setiap acara kumpul, lebaran dan stok makanan selalu ada di menu sajian Jelajah Mia.

 

Telur pindangpun jadi menu wajib Jelajah Mia saat lebaran, seolah lebaran tak lengkap bila tanpa hidangan telur pindang. Bahkan ketika mudik di tempat mertua, telur pindang menjadi menu yang dibawa sebagai hantaran untuk dimakan bersama ketika keluarga kumpul. Lalu apa sih telur pindang itu?

 

Apa itu Telur Pindang?

Telur pindang adalah telur yang direbus menggunakan bumbu, biasanya memiliki rasa gurih dan manis. Telur pindang dibuat dengan bahan kulit bawang merah, bawang putih, daun jambu biji, air, daun salam, dan garam. Telur pindang direbus selama dua jam dengan bahan-bahan tersebut sampai bumbu meresap, kemudian telur dikupas dan siap disajikan. Agar bumbu lebih meresap ke dalam telurnya, ditengah memasak, buat retakan sedikit pada telur atau pada saat selesai merebus juga bisa tapi diamkan dulu.

 

Awalnya Jelajah Mia mengira bahwa telur pindang itu berasal dari Yogyakarta atau Jawa Tengah, mengingat keluarga ibu terutama mbah putri memang berasal dari sana. Ternyata setelah dicari tahu, telur pindang ini berasal dari masakan Tionghoa. Loh, dapat informasi darimana? Yuk, kita bahas sedik, asal usul telur pindang.

 

Asal Usul Telur Pindang

Telur Pindang adalah sejenis masakan Tionghoa, yaitu olahan telur yang direbus menggunakan herba-herba tertentu sehingga memiliki rasa, aroma, dan kenampakan yang khas. Di daerah asalnya, telur pindang dijual sebagai makanan ringan, telur yang masih setengah matang diretakkan kemudian direbus kembali dalam teh dan bumbu-bumbu.

 

Masakan ini biasanya dijual oleh pedagang kaki lima atau pasar malam di kota-kota yang dihuni komunitas China di seluruh dunia. Meskipun berasal dari China dan secara tradisional dihubungkan dengan masakan Tionghoa, resep-resep lain yang mirip serta variasinya telah dikembangkan di seluruh Asia.

 

Telur pindang dikenal dengan nama Telur Teh di China dan sebagai Marble Egg (lit. "telur marmer") dalam bahasa Inggris. Penamaan tersebut disebabkan telur pindang memiliki pola kecoklatan mirip marmer. Jenis telur yang digunakan biasanya adalah telur ayam. Tentu kita tidak aneh dengan modifikasi olahan masakan dari Tionghoa yang banyak diadopsi sesuai dengan kearifan local, salah satunya telur pindang ini. Bagaimana modifikasi telur pindang di Indonesia?

 

Modifikasi Telur Pindang di Indonesia

Di Indonesia, telur teh diadopsi menjadi masakan tradisional Indonesia dengan nama telur pindang. Bahan-bahan yang digunakan juga sedikit berbeda, menggunakan garam dan kecap. Nama telur pindang berasal dari proses pemindangan yang dilakukan dalam proses pembuatannya, yaitu telur dipindang atau direbus dalam larutan garam. Selain menggunakan larutan teh, bahan pewarna yang digunakan adalah kulit bawang merah, daun jati dan daun jambu biji.

 

Cara pembuatan yang Jelajah Mia lakukan tidak menggunakan daun jati, dikarenakan tidak ada dan sepertinya kapan-kapan akan mencari daun jati itu, siapa tau rasanya jadi jauh berbeda. Lalu bagaimana resep pembuatan telur pindang ala Jelajah Mia?

 

Bahan dan Bumbu Telur Pindang

Resep Telur Pindang ala Jelajah Mia

Cara membuat telur pindang untuk lebaran ternyata tidaklah rumit, loh. Hanya dengan beberapa bahan kamu bisa menyajikan hidangan telur pindang yang enak untuk lebaran. Apalagi kalau habis kupas bawang merah, jangan dibuang kulitnya, simpan dan kumpulkan.

 

Kalau makin banyak kulit bawang yang dimasukkan saat melalukan perebusan, maka semakin merah, harum dan makin sedap hasilnya. Dan tambahan lainnya, apabila ada bumbu-bumbu dapur lainnya yang tidak terpakai dan kering itu jangan dibuang tapi dikumpulkan juga.

 

Daripada makin bingung, gimana resep telur pindangnya, tidak perlu menunggu lama. Yuk, kita intip cara resep telur pindang ala Jelajah Mia.

 

Bahan:

20 butir telur rebus

Kulit bawang merah bawang putih

10 lembar daun jambu biji

Air sampai menutupi rendaman aneka bumbu dan telur

10 lembar daun salam

1 bungkus garam kecil

Penyedap rasa (bila diperlukan)

Bumbu kering lainnya (tergantung selera masing-masing)

 

Cara membuat telur pindang:

  1. Campur semua bahan dan bumbu, agar telur aman dan tidak pecah. Lapisan pertama kulit bumbu lalu lapis kedua telur, lapis kembali dengan bumbu
  2. Rebus hingga mendidih selama dua jam
  3. Pukul-pukul kulit telur agar retak, lalu masukkan kembali ke dalam rendaman
  4. Jangan langsung disisihkan tapi rendam telur dalam air rebusan selama beberapa jam agar bumbu dan warna meresap
  5. Tiriskan telur
  6. Apabila akan disajikan, baru kupas telurnya

 

 

Penutup

Telur merupakan salah satu bahan makanan yang tidak pernah absen dari khazanah dunia kuliner. Tak heran jika terdapat berbagai macam jenis olahan agar dapat menghasilkan jenis olahan telur yang dapat bertahan lama, salah satunya yakni jenis olahan telur pindang.

 

Bagaimana sobat Jelajah Mia? Apakah familiar dengan resep telur pindang yang Jelajah Mia share? Atau ada versi lain dari pembuatan resep telur pindang? Mari cerita di kolom komentar, ya

 

 

Related Posts

13 comments

  1. Pernah dengar, sih mba, pake kulit bawang katanya, tapi saya belum pernah nyoba, ada tambahan daun jambunya juga, ya ternyata. Saya tuh seneng banget kalo dapet berkat isinya ada telur pindang model gini, warnanya cantik rasanya juga lebih legit dari telur biasa. Ternyata ini masakan Tionghoa toh.

    ReplyDelete
  2. Suka kabita alias pengen kalau lihat olahan telur tapi apadaya selalu muncul alergi sesudahnya...biasanya jadi temannya gudeg ya kalau pindang telur seperti ini

    ReplyDelete
  3. aku pengennya langsung makan aja ... Kak Mia yang bikin, aku yang makan .. enak banget kayanya hehehe

    ReplyDelete
  4. Loh aku jg taunya ini dr Jogja, kak. Hihi. Ternyata budaya Tionghoa ya.. Ini total masaknya berapa lama, ya?

    ReplyDelete
  5. Uuuuu daebak... belum pernah nyobain sih, tapi ini unik. Apalagi masakan asli nusantara.

    ReplyDelete
  6. Pernah bikin telur model gini kasih cem ceman teh tapi kulitnya aq buka dulu. Rasanya hampir sama kaya bacem telur, tapi sayangnya yang makan pasti cuma aq saja.

    ReplyDelete
  7. Kalau di daerah saya di Jawa Tengah ada telur terik itu cenderung manis. Kalau telur pindang rasanya asin ya, Kak? Dari resepnya pakai garam dan tidak pakai gula.

    ReplyDelete
  8. Aduh langsung kebayang lezatnya telur pindang 🤤🤤
    Setiap dapat kotak nasi berkat hajatan, pasti telur pindang yang jadi rebutan di rumah.

    ReplyDelete
  9. Saya baru tahu proses pembuatan telur pindang ini. Jadi penasaran seperti apa rasanya. Dari namanya tidak terlintas ternyata makanan ini berasal dari Tiongkok. Kalau bacang, bapao, mpek-mpek kan nampak Cina-nya. Kalai telur pindang ini terdengar lebih melokal.

    ReplyDelete
  10. Asli baru tau banget cara bikin telur pindang ini, apalagi ngerebusnya sampai 2 jam gitu, ya. Unik-unik memang makanan nusantara

    ReplyDelete
  11. oala namanya telur pindang to, lumayan.lama juga membuatnya, ta pikir cuma direbus biasa dulu kemudian baru dibumbuin seperti bali telur

    ReplyDelete
  12. harus melalui beberapa step dan menguji kesabaran ya mbak, menurutku. Informasi baru bagiku bab masak-memasak resep telur pindang ini. Noted

    ReplyDelete
  13. aku baru tahu ada telur pindang, kalau di Palembang ada namanya ikan pindang, yah ikan yang dimasak dengan bumbu rempah gitu. Aku penasaran ini gimana hasilnya mbak? apa sama kayak telur asin gitu ya?

    ReplyDelete

Post a Comment