Siapa Yang Harus Di Tolong

23 comments

 

Pernah baca di sebuah artikel (tapi salahku tak simpan alamat link-nya, hanya copas bagian kuisnya saja), kisah tentang menguji kadar keegoisan kita, mau sedikit berkorban atau tidak untuk orang lain dengan segala pertimbangan.

 

Sebuah kisah pada saat perusahaan besar sedang mencari karyawan baru, dalam sebuah tes tertulisnya, calon karyawan diberikan satu kasus yang perlu dipecahkan, dijawab dan dipilih.  Gambaran kasusnya, yaitu (semoga saya tak salah menggambarkan kisah awalnya),

 

Siapa Yang Harus Di Tolong
sumber : kompasiana.com

Pertanyaan Siapa Yang Harus Di Tolong

Kamu sedang mengendarai motor di tengah malam gelap gulita dan hujan lebat di sebuah daerah yang penduduknya sedang diungsikan semuanya karena bencana banjir. Pemerintah setempat hanya bisa memberikan bantuan sebuah bus  yang saat itu juha sedang penuh mengangkut orang-orang ke kota terdekat. Saat itu juga, kamu melewati sebuah terminal bus satu-satunya di daerah itu. Di terminal bus itu, kamu melihat 3 orang yang merupakan orang terakhir di daerah itu yang sedang menunggu kedatangan bus.

1.    Seorang nenek tua yang sekarat

2.    Seorang dokter yang pernah menyelamatkan hidup kamu sebelumnya

3.    Seorang yang selama ini menjadi idaman hati kamu

 

Ternyata kamu hanya bisa mengajak satu orang untuk membonceng, siapakah yang akan kamu ajak? Jelaskan jawaban kamu, mengapa kamu melakukan itu! Sebelum kamu menjawab, ada beberapa hal yang kamu pertimbangkan :

1.    Seharusnya kamu menolong nenek tua itu dulu, karena dia sudah sekarat. Jika tidak segera ditolong akan meninggal. Namun, jika dipikir-pikir, orang yang sudah tua memang sudah mendekati ajalnya. Sedangkan yang lainnya masih sangat muda dan harapan hidup ke depannya masih panjang.

2.    Dokter itu pernah menyelamatkan hidup kamu. Inilah saat yang tepat untuk membalas budi kepadanya. Tapi kalau dipikir, kalau sekedar membalas budi bisa lain waktu juga. Namun, kita tidak pernah tahu kapan akan mendapatkan kesempatan itu lagi.

3.    Mendapatkan idaman hati adalah hal yang sangat langka. Jika kali ini dilewatkan, mungkin kamu tidak akan pernah ketemu dia lagi. Dan impian kamu akan kandas selamanya.

Kalau kamu jadi calon karyawan di perusahaan tersebut,  yang mana yang kamu pilih? (Jangan scroll dulu artikel bagian bawah, ya)

 

Makna Dari Pertanyaan Siapa Yang Harus di Tolong

Dari 4000-an orang pelamar hanya 1 orang yang diterima bekerja di perusahaan tersebut. Orang tersebut tidak menjelaskan jawabannya, hanya menulis dengan singkat :

“ Saya akan memberikan kunci motor saya kepada sang dokter dan meminta dia untuk membawa nenek tua yang sedang sekarat tersebut untuk ditolong segera. Sedangkan saya sendiri akan tetap tinggal disana dengan sang idaman hati saya untuk menunggu bus kembali menolong kamu.”

 

Jawaban diatas adalah jawaban terbaik bukan? Saat tahu jawaban dari kisah itu, ku sedikit terhenyak dan mikir sesaat (otaknya kebanyakan jajan mecin sepertinya), kenapa? Jawaban tersebut tentu tidak terpikir oleh kita sebelumnya, khususnya saya. Apakah karena kita terbiasa dengan tidak mau untuk melepas apa yang sudah kita dapatkan di tangan dengan susah payah. Dan bahkan berusaha meraih lagi sebanyak-banyaknya.

 

Terkadang untuk mendapatkan sesuatu yang terlihat lebih baik, kita rela melepaskan sesuatu yang dimiliki. Cobalah untuk menjauhkan keegoisan kita, mengakui segala keterbatasan yang kita miliki dan niatkan semua yang jauh lebih besar tanpa harus melepaskan apa yang sudah kita miliki.

 

Aaaah, sedikit mellow sama tulisan sendiri, tulisan kepepet menjelang deadline memang berasa lebih lancar. Tolong dibantu ya, yang baca blogku, kalau kisah pemilihan jawaban ini ada sumber utamanya, kirim linknya ke kolom komentar, biar saya tuliskan bahwa tulisan yang kutulis berdasarkan inspirasi kisah tersebut dan alamat linknya

 

 

Related Posts

23 comments

  1. Jawaban yang keren kak, malah jadi bisa berlama-lama dengan gebetan kan???

    Kereen

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siapa tau malah langsung ke KUA juga ya buk dosen hehehe

      Delete
  2. Keren, Kak. Paling ngena sama kalimat, "cobalah untuk menjauhkan keegoisan kita, mengakui segala keterbatasan yang kita miliki dan niatkan semua yang jauh lebih besar tanpa harus melepaskan apa yang sudah kita miliki."

    ReplyDelete
    Replies
    1. Efek kepepet deadline, jadi nemu kalimat agak bijak hihi

      Delete
  3. Nggak nyangka jawabannya itu , aku tadi milih dokter. Masih termasuk kriteria egois ya hahaha. Maunya mendapatkan lebih banyak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waktu awal saya milih dokter, ternyata kisah akhirnya mengejutkan

      Delete
  4. Waaah... Ternyata jawaban saya belum sampai sejauh itu...

    ReplyDelete
  5. Saya jadi malu bacanya😞 pada bagian jawaban 1 pelamar dari 4000 pelamar itu.
    Tadi sempat mikir saya akan duduk diujung bagian depan jok sampai lutut mentok ke bodi/tebeng depan motor, supaya bisa angkut nenek yang nanti duduk ditengah dan dokter dibelakang.
    Kalau gebetan biar saja. Kalau jodoh juga Ndak kemana. 😁

    ReplyDelete
  6. jawabanku idem loh, kak, sama lelaki itu .. asli, hihihi..
    beda di ujung, aku nunggu bantuan lain datang,, hee..

    Nice reflection, Kak.. sukses terus yaa dengan tulisannya.
    salam kenal dari Niah, Kak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah keren, kak.
      Kalau saya masih agak egois jawabannya, begitu selesai baca langsung evaluasi diri

      Delete
  7. Wah, tadi aku mikirnya juga gonceng si dokter. Tapi ternyata msh blm tepat, hehe. Bisa jadi pelajaran banget kalau ada tes serupa. Eh, jadi pelajaran banget tuk hidup kita maksudnya 😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya nih kak, gara-gara ODOP jadi agak bongkar-bongkar catatan kecil buat dikembangkan jadi tulisan lebih rapi dan dibagikan ke blog

      Delete
  8. aku juga mikirnya ga usah si nenek2 lah bentar lagi juga udahab...wkwkwk berasa jihit bingit. Korban micin jugaak deh keknya

    ReplyDelete
    Replies
    1. akupun terkejut dengan akhir kisahnya, bisa kepikiran seperti itu tanpa menyakiti banyak pihak

      Delete
  9. Aku nggak kepikiran jawabannya, kalau nggak baca aku pilih dokter aja si wkk
    Soalnya emang nantinya berdampak bagi orang banyak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Seperti sedang baca kisah misteri, plot twistnya luar biasa

      Delete
  10. emang harus belajar lagi untuk tak egois. :(

    ReplyDelete
  11. aku tadinya milih nomer 1, karena aku sudah punyaa gebetan.. hhaha, dan pak dokter biar suruh tunggu dulu, ku bawa dulu nenek dan memastikan dia di tempat yang baik dan mumpuni untuk membeikan selimut atau apalah... hehehe ternyata ada yang lebih ajib jawabaannya.. hahaha

    ReplyDelete
  12. Wah ini masuk dalam permainan kokologi ya, Kak. Senang dengan permainan seperti ini, bisa membawa kita berpikir dari banyak sisi

    ReplyDelete

Post a Comment