Mengapa Cinta Diri Itu Penting

Post a Comment

“Mengapa kamu tidak mencintai dirimu sendiri?”,

“Kamu tidak bisa mencintai orang lain jika kamu tidak mencintai dirimu terlebih dahulu?”

 

Istilah cinta diri atau self love belakangan ini sering kita dengar. Mulai dari lagu, kutipan, kiriman di media sosial, komunitas hingga percakapan sehari-hari, kata self-love ini terdengar dimana-mana.  Tapi sesungguhnya banyak yang belum memahami apa itu self-love.

 

Banyak teman yang tiba-tiba mau healing dsb, dengan alasan self love. Itu merupakan contoh orang-orang yang tak paham apa itu self love. Susahnya untuk self love ini, membuat kita tidak bisa melihat kelebihan diri secara positif.

 

Mengapa Cinta Diri Itu Penting

Apa Itu Cinta Diri?

Dalam buku A Hand Book For Self-Love karya Astrid Savitri disebutkan bahwa :

Mencintai diri sendiri bukan sekedar merasa bahagia, melainkan sebuah tindakan. Cinta diri adalah sebuah pilihan. Ini adalah cara berhubungan dengan diri sendiri yang melibatkan pemahaman atas kesalahan, memahami kekurangan, dan mampu berkomunikasi secara efektif dengan diri sendiri tentang kehidupan tanpa menghakimi atau menghukum diri sendiri dengan keras.

(Hal. 43)

 

Banyak studi psikologi yang menunjukkan bahwa mempelajari cara mencintai diri sendiri berkaitan dengan :

1.   Berkurangnya kecemasan dan depresi ;

2.   Pemulihan stress yang lebih baik ;

3. Pandangan hidup yang lebih optimis secara keseluruhan; dan

4.   kemampuan menaati perubahan perilaku yang sehat

Singkatnya , cintai diri adalah cara kita memandang dan memperlakukan diri sendiri.

 

Cinta Diri Penting?

Mempelajari dan memahami cara mencintai diri sendiri sangatlah penting untuk mendapatkan kehidupan yang lebih bahagia dan lebih sehat dalam setiap kehidupan. Cinta diri mempengaruhi bagaimana kita berperilaku dan bersikap pada seluruh aktivitas yang kita jalani. Terutama akan terlihat dari cara  mengatasi masalah dalam diri dan kehidupan.

 

Beberapa perilaku negatif yang umum suka dikaitkan dengan kurangnya cinta diri, antara lain :

1.   Aktivitas seksual di usia dini

2. Kenakalan yang tidak sesuai dengan perilaku sosial pada umumnya

3.   Perilaku vandalism sebagai ajang aktualisasi diri

4.   Perilaku yang berusaha menyakiti diri

5.   Gangguan makan

 

Bisa jadi, kita kurang mencintai diri sendiri akibat alasan-alasan atau kebiasaan yang sudah disebutkan, tetapi sebagian besar bermula dari tindakan orang-orang di sekitar kita. Dampak panjangnya menjadi sebuah peristiwa traumatis dalam hidup kita, karena kita tidak memiliki contoh cinta diri yang baik.

             

Cintai Diri, Mulai dari Mana?

Cinta diri bisa dipelajari dan dipraktikkan. Beberapa kiat untuk memulai mencintai diri sendiri:

1.   Kenali perasaan

“Kenapa kita bahagia?”

“Kenapa kita marah?”

“Kenapa kita sedih?”

“Kenapa kita bersikap biasa terhadap sebuah permasalahan?”

 

Ini bukan sebuah sikap naif atau istilah sekarang “lebay banget”,  langkah pertama untuk mengatasi masalah adalah mengakui bahwa kamu memiliki masalah. Sekedar meluangkan waktu sejenak agar bisa mengenali bagaimana perasaan kita yang saat ini sedang kita rasakan

 

2.   Terima perasaan

Setelah mengakui bahwa memiliki masalah, maka selanjutnya yaitu menerima perasaan,  meskipun tidak ada yang salah dengan perasaan emosi-emosi tersebut.

 

3.   Pikiran perasaan dari perspektif orang luar

Bagaimana perasaan kita jika melihat orang yang kita cintai mengalami perasaan yang kita alami saat ini? Kemudian pikiran tentang bagaimana kita dapat mendorong mereka untuk move on. Walau mempertimbangkan perasaan berdasarkan perspektif orang lain, tetap kembali untuk mencintai diri atas apa yang sedang dialami

 

4.   Maafkan diri

Terkadang kita bisa begitu keras pada diri sendiri, padahal penting untuk memberikan diri istirahat. Kita terkadang bisa menjadi musuh terburuk bagi diri sendiri. Itulah salah satu alasan, mengapa begitu susahnya untuk mencintai diri sendiri.

 

5.   Katakan tidak pada orang lain

Luangkan waktu untuk diri sendiri. Tidak apa-apa untuk mengatakan tidak kepada orang lain jika merasa perlu. Ketika sudah berani tegas kepada orang lain, maka secara tidak langsung kita bisa tegas untuk diri sendiri. Mengukur apa yang menjadi batasan diri terhadap perasaan.

 

Pernyataan yang menguras energi, terutama ketika harus memberikan saran kepada orang lain tentang cara menjalani hidup yang lebih bahagia, cara untuk lebih percaya diri, cara untuk menjadi lebih sukses atau cara untuk merasakan sesuatu selain apa yang sedang mereka rasakan.

 

Penutup

Namun, pada saat berbicara tentang cinta diri seperti pernyataan diawal, apakah kita benar-benar mengerti apa yang kita bicaran?


Referensi 

A Handbook For Self-Love karya Astrid Savitri


Related Posts

Post a Comment