Pencapaian Tertinggi Dalam Hidup

9 comments

Berbicara tentang pencapaian tertinggi dalam hidup, semua akan kembali kepada individu masing-masing tentunya. Sudut pandang , latar belakang , kemampuan intelektual dan spiritual bersatu dalam pemahaman seseorang ketika berpikir dengan cara sederhana, “Sebenarnya mau apa yang dicapai dalam hidup ini?”.

 

Pencapaian Tertinggi Dalam Hidup



Pencapaian Tertinggi Dalam Hidup Secara Harfiah

Secara harfiah pencapaian tertinggi dalam hidup sudah pasti mencapai apa yang diinginkan, apa yang sudah direncanakan. Bisa rencana jangka pendek, menengah ataupun jangka panjang untuk masa depan. Lebih luas dan mulia lagi, jika menyertakan kepentingan orang banyak didalamnya. Terlalu tinggikah seperti itu? Namanya juga pencapaian tertinggi untuk diri sendiri tentu berbicara tentang keinginan diri sendiri yang masih banyak  belum terpenuhi dan ingin terealisasi dengan sempurna, ngapain mikirin orang lain!

 

Manusiawi sekali anggapan seperti itu, mengingat kita adalah makhluk social. Karena, bagaimana kita bisa menolong orang lain kalau diri sendiri belum bisa kita “tolong”. Tapi seiring bertambahnya usia, saya yakin, setiap manusia pelan-pelan ingin menemukan sisi humanisnya. Sisi dimana dia akan merasa tentram, damai jika sudah berbuat sesuatu untuk orang lain, untuk lingkungan – dengan begitu dia harus memposisikan dirinya sebagai orang yang bijaksana terlebih dulu.

 

Kembali KepadaNya

Menjalani hidup dengan merenungi perjalanan hidup, adalah hal yang berbeda. Menjalaninya berarti menerima dengan lapang hati, apa yang sekarang diberikan Allah kepada kita. Masalah yang didepan mata beserta jalan keluar yang bersembunyi di dalamnya, adalah suatu yang harus kita terima dengan ikhlas-tanpa pertanyaan balik kepadaNya. Kita perlu merenung, sudah sejauh mana pencapaian saya dalam hidup ini. Berhasilkah saya memanfaatkan kesempatan “kontrak hidup” yang diberikanNYA, menikmati jatah umur yang sudah ditetapkan ?

 

Seperti halnya, pertanyaan lumrah yang ditanyakan kepada setiap orang, “apa cita-citamu?”. Ketika ketika malu untuk mengungkapkan hal yang bersifat impian dan keinginan maka jawaban terbaiknya adalah, “sukses dunia dan akhirat”. Apakah salah dengan jawaban ini? Tentu tidak, tapi masih bersifat umum yang perlu dijabarkan secara rinci, agar perjalanan menuju pencapaian tersebut memang bukan sekedar menutup obrolan seputar pertanyaan tentang cita-cita atau pencapaian hidup.

 

Persepsi Pencapaian Hidup Tertinggi

Disini, persepsi tentang makna pencapaian dalam hidup, ada baiknya ditanya lagi ke dalam hati nurani. Dulu mungkin, ketika masih usia sekolah, yang terpikir hanya sebatas mendapatkan ijazah dan melanjutkan ke jenjang sekolah terbaik dan terfavorit, dengan cara belajar yang rajin. Ketika sudah dicapai, ada lagi tingkatan yang ingin ditembus, menjadi strata menengah atas, yang mapan hingga anak cucu. Ketika anak sudah berkeluarga, ada lagi keinginan memapankan yang sudah mapan, begitulah roda selanjutnya dalam kehidupan yang terus dijalani. Tentu diiringi dengan pengakuan lingkungan yang bersifat aktualisasi diri juga berarti sebagai pengakuan atas pencapaian yang kita dapatkan.

 

Jika kita terus berpatokan bahwa, penuhi diri sendiri dulu, baru orang lain, sampai kapanpun, kita tidak pernah bisa merasakan level atas pencapaian tertinggi dalam hidup. Saya menyadarinya lumayan terlambat, ketika usia sudah lewat agak jauh dari kepala 3, lha terus, gimana ? Ada baiknya semuanya berjalan DIUSAHAKAN beriringan. Artinya, sembari kita memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasar kita, sejalan dengan kita meniti rencana-rencana kita, disitu pula kita selipkan kebutuhan akan eksistensi diri, kebutuhan diakui oleh lingkungan. Tentu saja dengan maksud positif, berbuat sesuatu untuk sesama, bagaimanapun caranya sesuai dengan kapasitas kita masing-masing, sesuai dengan status kita saat ini. Contoh paling sederhana yang sering pada saat momen motivasi, pengembangan diri atau acara sejenisnya, kita selalu diajak untuk membuat 100 daftar keinginan.

 

100 Daftar Keinginan

Setiap orang memiliki impian. Sesuatu yang diimpikan masing-masing orang pun berbeda. Impian merupakan langkah menuju sukses yang terpenting, karena dengan adanya impian, berarti kita memiliki tujuan. Setiap kita melakukan suatu hal, pasti ada tujuannya. Dengan adanya mimpi tersebut, kita dapat termotivasi untuk melakukan hal yang dapat membawa kita meraih impian tersebut. Tujuan terbaiknya bisa dikatakan sebagai bentuk pencapaian tertinggi dalam hidup.

 

Berbicara secara pengalaman, untuk 100 daftar keinginan ini saya buat dalam bentuk dua hal. Maksudnya gimana? Saya buat 100 daftar keinginan yang ingin dicapai dalam jangka waktu panjang dan 100 daftar keinginan yang ingin dicapai setiap tahun. Karena berbicara 100 daftar keinginan jangka panjang tentulah harus dibarengi dengan pencapaian kecil pendukung dari pencapaian terbesarnya. Ibaratnya seperti yang dipaparkan diatas, kamu ingin sukses dunia dan akhirat tapi tidak merencanakan secara rinci bentuk sukses dunianya seperti apa dan supaya bisa sukses di dimensi abadi, bentuk ibadah apa saja yang ingin kamu targetkan.


100 Daftar Keinginan



Jadi segera ambil kertas atau buku dan tentu pulpen bila perlu warna-warni agar menyegarkan mata saat mengulas dan evaluasi daftar keinginanmu. Kenapa ga ditulis dalam bentuk digital? Boleh-boleh saja bila merasa nyaman menuliskan secara digital. Tapi  buat saya, rasanya jauh lebih berbeda bila ditulis dengan tangan (maklum masih agak konvensional juga untuk beberapa hal aktivitas terutama urusan tulis menulis)

 

Tiada Kata Terlambat

Bagi yang mampir ke tulisan Jelajah Mia saat ini, kalau masih muda, bersyukurlah bahwa kalian masih punya banyak waktu untuk berbuat yang terbaik bagi diri dan lingkungan sekitar, gak perlu nunggu dewasa. Gak perlu nunggu pas udah bekerja. Jadilah yang terbaik yang kamu bisa, raih impianmu setinggi mungkin, langit adalah batasnya!

 

Dan untuk yang usianya senasib seperti diriku, hahaha, lebih baik terlambat daripada telat banget apalagi tidak sama sekali. Mestinya dengan pengalaman yang sudah lebih banyak, kita bisa menentukan langkah lebih matang, lebih sedikit salahnya. Seperti halnya sekarang Jelajah Mia beberapa bulan lagi sedang menanti pencapaian tertinggi dalam hidup yang sebenarnya sudah dituliskan dari lama yaitu memiliki anak. Mohon doanya ya semua.

 

Dalam meraih pencapaian tertinggi dalam hidup, kadang kita dibenturkan oleh beberapa halangan yang sifatnya takdir atau sesuatu yang tidak kita duga. Boleh keras dalam mencapainya tapi terkadang perlu untuk realistis dan mundur sejenak bila dirasa tidak mungkin untuk diraih. Inilah mengapa Jelajah Mia menggunakan dua cara dalam membuat 100 daftar keinginan, agar goal akhirnya semua bisa tercapai walau bertahap dan perlahan.

 

Penutup

Tulisan ini sama sekali tidak mau menasehati, mengingatkan apalagi menggurui. Menuliskan ini, sepenuhnya sebagai ajang untuk mengingatkan diri sendiri, bahwa saya harus merenungi lagi tentang makna pencapaian dalam hidup saya.

 

Yang sudah meraih pencapaian tertinggi dalam hidupnya, boleh dong berbagi pengalamannya di kolom komentar atau mau menyampaikan unek-unek meraih pencapaian tertinggi dalam hidupnya juga boleh.

 

 

Related Posts

9 comments

  1. Wah bikin 100 daftar keinginan, bokeh juga idenya. Tapi namanya manusia kayaknya keinginan nggak habis-habis. Huhu..

    Nggak tau ya ini pencapaian atau bukan, tapi saya puas rasanya waktu nikah sudah ngikut keinginan bapak untuk pakai acara adat macam-macam. Padahal waktu itu justru trennya ala modern western gitu. Wkwk. Sempat kepikiran pengen nikahan yang kayak gitu, tema rustic dan ngundang sedikit orang aja. Akhirnya manut Bapak.

    Ternyata itu kaki terakhir Bapak ngadain hajatan besar, setelahnya beliau berpulang dan ya saya nggak ada penyesalan sama sekali jadinya. Mungkin kalau dulu saya kekeuh bakal beda cerita sih. Hiks.. Wah, jadi panjang maafkan Mbak. Hehe..

    ReplyDelete
  2. Pencapaian tertinggi kini yang jadi mimpi kalau kedua anak saya nanti mandiri. Kini saya 46 tahun anak SMA dan SMP. Saya rasa, kalau mereka bisa mapan dalam kehidupannya itu pencapaian tertinggi dalam hidup saya

    ReplyDelete
  3. Duh saya termasuk yang terlambat Mbak. Jadi langsung ikut berpikir, sejauh mana saya sudah bermanfaat selama ini. Apakah saya sudah menjalani dengan baik kontrak hidup saya dengan Sang Pemilik Alam Semesta. Terima kasih inspirasinya untuk 100 daftar keinginan Mbak, sepertinya saya tertarik untuk membuat versi saya juga..

    ReplyDelete
  4. Hmm sekarang sejak jadi ibu, pencapaian tertinggi yang Ingin saya dapatkan adalah yang berkaitan dengan anak anak
    Saya ingin anak anak tumbuh dengan baik

    ReplyDelete
  5. Wah bagus nih idenya bikin 100 daftar keinginan yang pengen dicapai. Boleh nih buat dicoba

    ReplyDelete
  6. Pencapaian tertinggi di tiap orang bisa beda-beda ya. Yang penting kita merasa nyaman dan tak membandingkan dengan orang lain. Ada yang pencapaiannya melihat keluarga harmonis, ada yang kepribadian, ada yang karir, ada yang ekonomi.

    ReplyDelete
  7. Daftar 100 keinginan ini bisa dijadiin goals hidup ya Mbak. Kita jadi lebih punya tujuan pencapaian setiap harinya sehingga diri kita jadi lebih produktif untuk mencapainya. Mau bikin juga aaahh😁

    ReplyDelete
  8. Setuju dengan kalimat kalau memenuhi keinginan diri sendiri memang tak akan ada habisnya, tapi jangan lupa juga hakikat hidup terkait dengan Allah Sang Maha Pencipta. Dulu waktu kuliah pernah bikin 100 daftar keinginan, awalnya ragu bakalan tercapai atau tidak. Namun, setelah beberapa waktu, saat buka-buka kembali catatan 100 mimpi itu, ternyata udah banyak yang tercoret karena berhasil tanpa sadar

    ReplyDelete
  9. Jadi pengen juga buat 100 daftar keinginan biar hidup lebih variatif dan ga banyak ngeluh. Setidaknya kita ada ser goalnya

    ReplyDelete

Post a Comment